HP gw bunyi, isinya "undangan pernikahan Hotman".
Hotman ini teman gw satu angkatan di Curug dulu, dan diantara kita seangkatan yang berjumlah 60 orang, dia termasuk yang belum menikah. Kalau gak salah tinggal 2-3 orang yang belum nikah, dan kita selalu menunggu kapan datang undangan dari mereka-2 ini. Padahal diantara kita ada yang udah hampir SMP anaknya karena nikahnya paling cepet.
Undangannya Jumat malam. Gw liat jadwal, baru landing dari Beijing, berarti bisa hadir. Belum sempet mikir panjang, masuk lagi sms berikutnya yang isinya "undangan nikah Arham". Waktunya hari Sabtu malam, berarti besoknya.
Arham temen lain lagi, ketemu di Garuda karena flying school nya dari Amrik. Dia temen gaul, temen jalan, dan temen eng ing eng jaman-2 masih 'liar-2nya' gw di Garuda. Dia malah yang paling belakangan married di antara temen-2 gank kita, sementara ada yang udah 2 anaknya seperti gw.
Hmm.. jadi judulnya keduanya akhirnya nikah juga.
Gw liat kalender, ternyata sabtu siang ada kawinan juga dan ini acara big fam bokap gw, jadi mau gak mau kudu wajib dateng. Berarti weekend ini ada 3 undangan pesta, sesuatu yang jarang terjadi. Biasanya cuma 2 paling banyak, belum pernah 3 sekaligus seperti ini. Pernah ada yang bilang, "orang ngundang kita kondangan karena inget sama kita. Untuk itu kita harus hargai dengan menghadiri undangan itu". Dan emang bener, selama ini gw juga lakukan itu kalau gw bisa.
Jumat pagi jam 9 gw berangkat dari Beijing, sampai JKT jam 5 sore. Buru-2 pulang, ganti baju dan pergi kawinan. Kebetulan gw dijemput ama temen gw, jadi tenang karena gak harus nyetir.
Di kawinan Hotman banyak ketemu temen-2 seangkatan. Kangeeeen banget gw ama mereka! 2 tahun kita tinggal 1 barak, susah seneng sama-2, gimana gak seneng. Yang ada malah jadi reunian, norak jaman dulu dibawa-2 lagi. Hahaha, tapi seneng banget.
Sabtu siang nya acara big fam bokap. Tante gw nikahin anaknya, jadilah kita ber big fam berkumpul lagi. Emang susah, kalau gak ada acara gini saling gak ketemu. Itulah jeleknya tinggal di kota besar, semua sibuk masing-2. Ketemu cuma sesekali, entah kalau ada acara atau pas lagi maem bareng-bareng.
Ketemu tante-tante, om-om, cipika cipiki, foto-foto, jam 2an bubar jalan. Pulang? Belum, masih harus besuk temen yang ngelahirin di RSIB. Mampir dulu ke citos beli kado dengan baju batik lengkap. Yang ada jadi pusat perhatian orang, jalan-jalan ke mal pake batik.
Liat anak temen sampai jam 5, pulang, mandi, ganti baju, siap-siap, lalu meluncur ke rumah Bang Henry berhubung mau numpang karena teler nyetir.
Jam 8an sampai di Balai Sudirman. Hmm.. rame banget. Nyari parkir aja susah banget sampai harus keliling-keliling. Di dalem gedung ketemu temen-temen lama, temen Garuda, rame deh pokoknya. Seru juga, apalagi pas ketemu temen-2 "liar" jaman dulu. Heboh, nostalgia, foto-2, cela-2an, segala macem pokoknya.

Satu yang gw suka banget, si penyanyi nya banyak main lagu jazz standard. Asyiiik banget dengernya. Mulai dari smile, LOVE, autumn leaves, dan masih banyak lagi lagu-lagu nya yang bisa bikin bengong.
Benar-benar melelahkan weekend ini, tapi gw seneng karena temen-2 gw akhirnya menikah juga. I'm happy for them..
Selamat menempuh hidup baru Hotman, Riri, dan Arham.
L is for the way you look at me,
O is for the only one i see
V is very, very extraordinary,
E is even more than anyone that you adore
Can love, its all that i can give to you, love is more than just a game for two
Two in love can make it, take my heart but please don't break it
Love was made for me and you
Yeh, l is for the way you look, you're looking at me
And o is for the only one i see, v is so very, very extra ordinary
Now e is even more than any, any, anyone that you adore
Can love, its all that i'm gonna give to you, oh love
Is more than just a game for two, two in love can make it
Take my heart but please don't you break it, cause love
Was made for me and you, i'm telling you love
Was made for me and you, don't you know that love
Was made for me and you...